Bagidata

Mengingat persaingan antar perusahaan yang selalu terjadi, pastinya ada konflik di dalam perusahaan. Namun, jika seseorang mengawasi atau mengelola dengan cara lain, konflik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Dalam dunia bisnis, konflik yang sering terjadi disebut dengan manajemen konflik. 


Manajemen adalah proses pengelolaan sebuah organisasi atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan organisasi, dan konflik adalah proses di mana dua orang atau lebih mengambil sebuah tindakan yang belum tentu disetujui oleh pihak lainnya. Oleh karena itu, manajemen konflik merupakan metode yang digunakan untuk berkomunikasi dengan peserta konflik. 


Jika konflik terjadi, maka produktivitas bisa menurun. Dan konflik dapat menurunkan produktivitas sebuah perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda harus memiliki pemahaman dasar tentang lima strategi pengelolaan konflik. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus mampu menangani konflik hingga meningkat dan tidak dapat diselesaikan. Anda dapat mempelajari lima strategi manajemen konflik berikut.


  1. Akomodatif

Strategi penyesuaian membutuhkan satu pihak untuk mengalah untuk menyelesaikan konflik. Strategi ini dapat digunakan jika Anda yakin bahwa pihak lain mengetahui solusi yang tepat untuk masalah saat ini. Dengan kata lain, strategi penyesuaian adalah strategi “Saya kalah, kamu menang” atau “Saya kalah, kamu menang”.


  1. Menghindari

Strategi menghindari ini dilakukan dengan menghindari pengambilan keputusan. Strategi ini berusaha untuk menunda konflik tanpa batas. Dengan menunda atau mengabaikan konflik, berharap masalah itu bisa diselesaikan sendiri seiring berjalannya waktu. 



  1. Kolaborasi

Berkolaborasi dengan mengintegrasikan ide dari banyak orang. Tujuannya adalah menemukan solusi kreatif yang dapat diterima semua orang. Meskipun kerjasama bermanfaat, dibutuhkan waktu yang tepat untuk mencapai kesepakatan guna menyelesaikan konflik. Tahukah Anda, gaya pengelolaan konflik kolaboratif ini sangat berguna karena dapat memasukkan wawasan dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda. Hasilnya, komitmen timbal balik yang kuat bisa terjalin.


  1. Kompromi

Dalam strategi kompromi ini, diadopsi metode bagi pihak yang berkonflik yang ingin membuat konsesi. Untuk berkompromi, pihak-pihak yang berkonflik bersedia mengalah atau tidak memberikan apa yang sebenarnya mereka inginkan demi menjaga hubungan dan kepentingan bersama. Biasanya strategi ini dijalankan oleh orang-orang dengan kekuatan dan tujuan yang sama. Seperti diketahui, strategi ini dijalankan oleh pemilik bisnis untuk proses negosiasi dalam kontrak bisnis.


  1. Kompetisi

Kata kompetisi pasti sudah tidak asing lagi bukan? Manajemen konflik dalam persaingan menggunakan pendekatan “kalah-kalah”, di mana Anda mencoba menyelesaikan konflik dengan mengalahkan lawan Anda. Mengambil sebuah tindakan tegas untuk menyelesaikan konflik dan bahkan mengorbankan pihak lain tanpa ragu. 


Konflik dapat terjadi di semua kelompok dan di semua aktivitas. Oleh karena itu, muncullah manajemen konflik yang berguna untuk mengatasi konflik yang ada. Apalagi dalam dunia bisnis, konflik dan perbedaan pendapat sangat mungkin terjadi. Konflik dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik itu sumber daya manusia, sistem perusahaan, dan masih banyak lagi.

*

*

Source: Excellence Asia